Senin, 17 Agustus 2015

Kaos (T-Shirt) : Sejarah, Jenis, Harga, Termahal Desain dan Borhas


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar kaos atau T-Shirt lewat macam desain
Kaos Macam Marga Batak Angkola dan sekitarnya bersama Boru
Hasibua atau Borhas)
___________________________________________________________________











________________

Kata Pengantar
________________

Begini saja...!

Mari sama menyimak macam seluk beluk kaos lewat iringan
musik "Borhas" dari Mariati Lubis kalau tidak salah atau dari
Nurhasanah Nasution kalau tidak salah pula.

Musik...!

Eis...tunggu dulu...!

Juga kita bikin macam desain macam marga Batak khsusnya untuk
wilayah Angkola, hingga marga-marga ini terlihat lebih hidup dan
lebih keren hingga kita juga sadar bahwa marga bukan hanya sekedar
Marga, tapi marga juga desain.

Musik Boru Hasibuan....!
Akh...lama kalipun...!
Musik...!
Musik......kkkkkk....kkkkkk....kkkkkkk...........



video





























_____________________________

Sekilas Kaos Oblong
_____________________________

Kaos oblong atau disebut juga sebagai T-shirt adalah jenis pakaian
yang menutupi sebagian lengan, seluruh dada, bahu, dan perut. Kaus
oblong biasanya tidak memiliki kancing, kerah, ataupun saku.

Pada umumnya, kaus oblong berlengan pendek (melewati bahu hingga
sepanjang siku) dan berleher bundar. Bahan yang umum digunakan
untuk membuat kaus oblong adalah katun atau poliester (atau
gabungan keduanya).

Mode kaus oblong meliputi mode untuk wanita dan pria, dan dapat dipakai
semua golongan usia, termasuk bayi, remaja, ataupun orang dewasa.
Kaus oblong pada mulanya digunakan sebagai pakaian dalam..

Sekarang kaus oblong tidak lagi hanya digunakan sebagai pakaian
dalam tetapi juga sebagai pakaian sehari-hari.
___________________________________

Sekilas Sejarah Kaos Oblong
___________________________________

* Dalam hubungannya dengan Tentara Inggiris

T- Shirt atau kaos oblong pada awalnya digunakan sebagai pakaian
dalam tentara Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20.
Asal muasal nama inggrisnya, T-shirt, tidak diketahui secara pasti.

Teori yang paling umum diterima adalah nama T-shirt berasal dari
bentuknya yang menyerupai huruf "T", atau di karenakan pasukan
militer sering menggunakan pakaian jenis ini sebagai "training shirt"

* Dalam hubungannya dengan Waktu pakai dan warna kaos

Masyarakat umum belum mengenal penggunakan kaos atau T-Shirt dalam
kehidupan sehari-hari. Bahkan, para tentara yang menggunakan kaos
oblong tanpa desain ini pun hanya menggunakannya ketika udara panas
atau aktivitas-aktivitas yang tidak menggunakan seragam.

Ketika itu warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu. Maksudnya,
benda itu berwarna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah
dan lingkar lengan

* Dalam hubungan dengan kepopulerannya

T-shirt alias kaos oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai
oleh Marlon Brando pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan
tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street
Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna
abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando,
serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. dan film
Rebel Without A Cause (1995) yang dibintangi James Dean.

Pada waktu itu penonton langsung berdecak kagum dan terpaku.
Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan
bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan
pemberontakan. Tak pelak, muncullah polemik seputar kaos oblong.

Polemik yang terjadi yakni, sebagian kalangan menilai pemakaian
kaos oblong – undershirt – sebagai busana luar adalah tidak sopan
dan tidak beretika. Namun di kalangan lainnya, terutama anak
muda pasca pentas teater tahun 1947 itu, justru dilanda demam
kaos oblong, bahkan menganggap benda ini sebagai lambang kebebasan
anak muda. Dan, bagi anak muda itu, kaos oblong bukan semata-mada
suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka.

Polemik tersebut selanjutnya justru menaikkan publisitas dan
popularitas kaos oblong dalam percaturan mode. Akibatnya pula,
beberapa perusahaan konveksi mulai bersemangat memproduksi
benda itu, walaupun semula mereka meragukan prospek bisnis kaos
oblong. Mereka mengembangkan kaos oblong dengan pelbagai bentuk
dan warna serta memproduksinya secara besar-besaran. Citra kaos
oblong semakin menanjak lagi manakala Marlon Brando sendiri –
dengan berkaos oblong yang dipadu dengan celana jins dan jaket
kulit – menjadi bintang iklan produk tersebut.

Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam
kaos oblong di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah
organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga
Baju Dalam) menuntut agar kaos oblong diakui sebagai baju sopan
seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaos oblong
juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.









* Dalam hubungannya dengan tren anak muda

Demam kaos oblong yang melumat seluruh benua Amerika dan Eropa pun
terjadi sekita tahun 1961 itu. Apalagi ketika aktor James Dean
mengenakan kaos oblong dalam film Rebel Without A Cause, sehingga
eksistensi kaos oblong semakin kukuh dalam kehidupan di sana.

Perlahan namun pasti, T-shirt mulai menjadi bagian dari busana
keseharian yang tidak hanya dipakai untuk pakaian dalam, tetapi
juga menjadi pakaian luaran. Pada pertengahan tahun 50an, T-shirt
sudah mulai menjadi bagian bagian dari dunia fashion. Namun baru
pada tahun 60an ketika kaum hippies mulai merajai dunia, T-shirt
benar-benar menjadi state of fashion itu sendiri.

Sebagai sebuah simbol (lagi-lagi) anti kemapanan, para hippies
ini menggunakan T-shirt/kaos sebagai salah satu simbolnya. Semenjak
saat itulah revolusi T-shirt terjadi secara total.

Para penggiat bisnis menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium
promosi yang amat efektif serta efesien. Segala persyaratan sebagai
medium promosi yang baik ada di T-shirt. Murah, mobile, fungsional,
dapat dijadikan suvenir, dan seterusnya.

Disaat yang bersamaan, kelompok-kelompok tertentu macam hippies,
komunitas punk, atau organisasi politik, juga menyadari bahwa T-shirt
dapat menjadi medium propaganda yang sempurna selain medium yang
telah ada.

Statement apapun dapat tercetak diatasnya, tahan lama, dan penyebarannya
mampu melewati batas-batas yang tidak dapat dicapai oleh medium lain,
seperti poster misalnya.

Dengan segala kesempurnaannya, T-shirt tidak lagi menjadi sederhana.
Jelas, secara fungsional benda tersebut masih berlaku sebagai sebuah
sandang. Namun dibalik itu semua, T-shirt memiliki value yang melebihi
dari fungsi dasarnya.

Desain T-Shirt yang terus berkembang sampai sekarang selaras dengan
perkembangan manusia dan teknologi yang memang terus berkembang.

Sejarah akan terus mencatat desain berbagai kaos seperti tie dye yang
lekat dengan flowers generation, komunitas punk yang lekat
dengan T-Shirt sobek, polos bahkan dengan desain typohraphy yang
mencolok, dan siapa yang tidak kenal dengan kaos I Love New York
yang fenomenal itu.

* Dalam hubungannya dengan identitas pemakainya

Desain T-Shirt yang kemudian menjadi semacam aktualisasi pemakainya,
bisa diramalkan akan tetap terus digemari. Elemen desain berupa
typohraphy yang sangat menarik dan penuh maksud sangat berpeluang
diminati masyarakat. Apalagi perkembangan dunia konsumen yang sangat
memanjakan aktualisasi pribadi.

Siapa pun Anda, konsumen, pemilik perusahaan, manajeman band, atau
siapapun, bisa dengan mudah menunjukkan siapa diri Anda hanya dengan
memakai T-Shirt dengan desain typohraphy atau perpaduan elemen
desain lain.

Pemakaian kaos dalam berbagai kesempatan memberikan juga peluang
bagi para desainer dalam berkarya. Fungsinya yang semakin melebar
sangat bisa mendukung perkembangan desain itu sendiri.

Kreatifitas menggunakan medium T-Shirt dalam berkarya desain
membuka peluang pemaknaan karya desain serta perluasan pengetahuan
tentang desain pada masyarakat. Berjamurnya clothing dan distro di
kalangan bisnis modern adalah salah satu kemajuan yang positif dalam
dunia desain. Berbagai karya desain yang diimplementasikan dalam
medium T-Shirt memberi warna bagi kehidupan, tidak hanya bentukan
huruf tapi foto, karya desain yang dulu tidak memungkinkan untuk
menggunakan media T-Shirt, kini semuanya menjadi mungkin.

Namun, perkembangan yang demikian masif harus tetap juga disikapi
dengan baik, kemasifan sesuatu hal terkadang menjadikan desain
hanya sebagai produk instan yang tidak memperhatikan faedah-faedah
desain, karena itulah pengetahuan desainer akan prinsip-prinsip
desain sangat diperlukan.
_____________________________________________________________

Sekilas Kaos oblong di Indonesia Masa Lalu dan Masa Kini
_____________________________________________________________

* Masa Lalu

Di Indonesia, konon, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang
Belanda. Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, sebab benda ini
mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi, dan di Indonesia teknologi
pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal.

* Hanya warna Putih

Namun, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga
merambah ke segenap pelosok pedesaan sekitar awal tahun 1970. Ketika
itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis,
melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria.


Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga
merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain. Dan tren kaos oblong
rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om
Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk “Generasi Kaos Oblong”
(Harian Kompas, 14 Januari 1978).

* Masa Kini

Sudah cukup berkembang dan warnanyapun bermacam-macam, pun bahannya
serta desainnya. Yang memakai juga demikian, tidak lagi hanya
sebatas para remaja juga anak-anak dan orang tua. Bahkan beberapa
orang kakek-kakekpun memakainya.

* Kaos oblong lengan Panjang dan Krah








Dalam perkembangan selanjutnya, kaos T Shirt yang biasanya
berlengan pendek di buat juga berlengan panjang yang mungkin
saja bermaksud untuk lebih menjaga kesopanan.

Bahkan...!

Beberapa kaos juga dikasih kerahnya, hingga kesan
t-Shirt nya tidak terlalu terlihat.
____________________________________________

Macam Jenis Jenis-jenis Bahan Kain Kaos
____________________________________________












1. KATUN (combed 20s, 24s, 30s) 

Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan
combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, 
dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di
Negara tropis seperti Indonesia.

Kain Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga
penampilannya akan menjadi lebih halus , rata dan rapih. Ada beberapa
jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan
jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2).

hal yang membedakan adalah ketebalan kain combed. Kain 20s memiliki
ketebalan yang paling tebal, sedangkan combed 30s memiliki ketebalan
yang paling tipis.

Kain Combed 20s merupakan kain yang paling banyak dipakai dan menjadi
favorit kaos distro karena selain kenyamanan ketika digunakan, harganya
juga tidak mahal.

2. CARDET (20s, 30s) 























Dibandingkan dengan kain combed , kain cotton cardet memiliki serat benang
yang kurang halus. Kain cardet merupakan kain KW1 nya kain combed sehingga
Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. karena
harganya relatif lebih murah dibandingkan cotton combed, bahan cotton
cardet sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah,
misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga.

3. POLYESTER dan PE 

Polyester sesuai namanya, merupakan bahan serat sintetis yang terbuat
dari bahan ester (dalam hal ini hasil sampingan minyak buni dan
dibuat bahan berupa serat fiberpoly).

Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar, dan
tidak bisa menyerap keringat sehingga sangat panas ketika dipakai.

4. TC (TETERON COTTON) 

seiring dengan kemajuan teknologi, terpengaruh juga teknologi
pengolahan bahan kain. Banyak bahan kain hasil dari penggabungan
katun dan Polyester, salah satunya adalah TC.

Jenis bahan ini merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65%
polyester. TC ini seperti PE, terasas panas ketika memakainya karena
kurang bisa menyerap keringat. Namun kelebihannya bahan ini lebih
tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai.

5. VISCOSE 

Viscose biasa juga disebut rayon. Sebuah bahan serat sintesa celulosa
organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain.
Teksturnya memiliki kesamaan dengan tekstur kapas. Viscose biasanya
digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga
menambah kecerahan warna.

Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan
warna yang lebih baik dan lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini
terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.

6. CVC ( COTTON VISCOSE)

Jenis bahan kaos ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose.
Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih
kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

7. HYGET 

Jenis bahan ini terbuat dari plastic dan sangat tipis, oleh karena itu
harganya sangat murah. Namun bahan ini, bisa dibilang kurang layak
dan nyaman untuk dijadikan kaos. Biasanya pembuatan kaos dengan bahan
ini dilakukan jika ingin membuat kaos dengan jumlah massal tetapi dana
yang tersedia tidak terlalu banyak. Bahan ini banyak digunakan untuk
keperluan kampanye partai.
__________________________________

Tiga Harga  Kaos Paling Mahal di Dunia
__________________________________

* Harga : $ 42,000











1. Hanes/UNICEF 1996 Olympics T-shirt dengan harga $42,000

T-shirt dengan harga termahal ini tidak berasal dari sejarah
orang terkenal atau musisi. T-shirt ini dilelang dan digunakan
untuk membiayai Olimpiade Atlanta 1996. T-shirt ini merupakan
ide dari Hanes dan UNICEF.

Misi karya amal yang besar ini mengumpulkan $ 1 juta. T-shirt
ini sendiri laku dengan tawaran akhir $ 42,000.Agan2 bisa
menghitung sendiri harganya dalam rupiah.

* Harga : $16,400












2. John Lennon “Home” T-shirt Dengan harga $16,400

Ketika John Lennon masih hidup, dia mengenakan t-shirt beberapa
kali dalam konser dan performance-nya.T-shirt ini awalnya
diberikan kepada Lennon oleh Richard Ross, seorang pemilik restoran,
yang sering dikunjungi oleh Lennon dan Yoko Ono, di New York Upper
East Side.

Profil John Lennon:

John Winston Ono Lennon (lahir di Liverpool, Inggris, 9 Oktober 1940
meninggal di New York City, Amerika Serikat, 8 Desember 1980 pada
umur 40 tahun) paling dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu,
instrumentalis, penulis, dan aktivis politik yang terkenal di
seluruh dunia sebagai pemimpin dari The Beatles. Lennon dan Paul
McCartney membentuk partnership pencipta lagu yang paling sukses
dan berhasil hingga saat ini. Lennon dengan sinismenya dan
mcCartney dengan optimismenya melengkapi satu sama lain dengan
sangat baik. Setelah bubarnya The Beatles pada tahun 1970, ia
juga sukses dengan karier solonya.

Salah satu hitsnya yang hingga kini masih sangat terkenal adalah
Imagine, lagu yang kemudian menjadi salh satu himne perdamaian dunia.

Lennon juga menunjukkan sifatnya yang pemberontak dan selera
humornya yang sinis dalam film-film seperti A Hard Day's Night
(1964), dalam buku yang ditulisnya seperti In His Own Write,
konferensi pers dan wawancara. Ia menggunakan kepopulerannya
untuk kegiatannya sebagai aktivis perdamaian, seniman dan penulis.

Lennon dua kali menikah, yaitu dengan Cynthia Powell di tahun 1962
dan seniman Jepang, Yoko Ono di tahun 1969. Ia memiliki dua orang
anak, Julian Lennon (lahir tahun 1963) dan Sean Taro Ono Lennon
(lahir tahun 1975). Ia meninggal di New York pada usia 40 tahun,
ditembak oleh Mark Chapman, penggemarnya yang gila.

* Harga : $ 13.000



















































3. Run-D.M.C. “My Adidas” T-shirt Dengan Harga $ 13.000

Tidak ada yang istimewa dari t-shirt ini kecuali karena langkah,
sejarah, dan label . Pada dasarnya, t-shirt ini untuk mempromosikan
konser Run DMC pada tahun 1980an.

T-shirt ini Dibuat oleh adadis dan hanya terbatas. Di belakang
kaos terdapat logo adidas sebagai tanda keaslian. Merupakan kaos
konser yang paling di buru di Dunia.

Siapa itu Run-D.M.C ..

Run-D.M.C(atau Run DMC) adalah kelompok musik hip hop yang
didirikan oleh Jason "Jam Master Jay" Mizell dan beranggotakan
Joseph "Run" Simmons dan Darryl "D.M.C." McDaniels. Kelompok ini
adalah salah satu pelopor musik rap di tahun 1980-an. Ketiga
anggotanya dibesarkan di Hollis, Queens, New York, Amerika Serikat.

Ket :
- Kurs Rupiah saat ini kita bikin saja 10.000 biar mudah.:
- $ 42,000  = Rp. 420.000.000,- Titik

__________________________

Macam Desain Kaos Unik
__________________________

















________________________________

Gambaran Harga Kaos di Nusantara
________________________________







_____________

Penutup
_____________

Demikian info kaosnya para saudara saudari sekalian.

Semoga anda puas...!

...dan...musik penutup untuk anda dengan judul,
"Alamak kawinkan aku...!" Alamak kawinkan aku pula aku bilang,
sementara awa sudah kawin.

Kuganti ajalah dengan judul lagu, "Pantun Budi" Eis...! Masala
pula uda lagu masih pantun. "Pantun Lagu Budi" begitu sajalah...!
tapi tak enak. "Lagu Budi Pantun" itu baru Sodap.

Musik...kkkk...kkkk...!



_________________________________________________________________________
Cat :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar